IPA MI/SD KELAS 6 BAB 3

BAB III KESEIMBANGAN EKOSISTEM

A. KEGIATAN MANUSIA YANG MEMPENGARUHI EKOSISTEM
   Untuk dikatakan sebagai makhluk hidup tentu harus memiliki ciri-ciri sebagai makhluk hidup. Salah satu ciri dari makhluk hdiup tersebut adalah membutuhkan makanan. Hal ini tentu saja dilakukan untuk mempertahankan hidup. Dalam mengolah makanan, manusia melakukan berbagai macam kegiatan demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Akan tetapi, kegiatan yang dilakukan oleh manusia terkadang tanpa disadari telah mempengaruhi lingkungan disekitarnya. Perlu diketahui bahwa apabila ekosistem berubah, maka makhluk hidup penghuni ekosistem tersebut juga akan berubah. Hal ini tentu dapat merusak keseimbangan ekosistem tersebut. Kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi suatu keseimbangan ekosistem diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Penebangan Hutan Secara Liar.
   Hutan merupakan suatu hamparan lahan yang banyak ditumbuhi oleh pepohonan. Hutan mempunyai sumber daya alam hayati yang memiliki banyak sekali manfaat, misalnya tempat hidup bagi hewan dan tumbuhan, dapat menahan air hujan sehingga sumber air selalu tersedia, dan sebagainya.
   Manusia memanfaatkan sumber daya hutan dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup, misalnya menebang pohon untuk membuat lahan pertanian atau membuat permukiman. Akan tetapi, penebangan hutan seringkali terjadi tanpa terkendali. Hal ini dikarenakan manusia hanya memikirkan semua kebutuhan yang mereka perlukan saja tanpa memperdulikan alam.
   Hutan yang ditebangi secara liar akan mengakibatkan tanah menjadi gundul. tidak ada tumbuhan yang menutupi permukaan tanah. Ketika hujan turun, air tidak dapat diserap oleh akar tumbuhan. Akibatnya, air akan mengalir deras dan menghanyutkan permukaan tanah bagian atas. Permukaan tanah mengandung humus. Apabila humus tersapu oleh air hujan, tanah akan menjadi tidak subur. Hal ini juga akan menyebabkan kehidupan organisme tanah juga ikut terganggu. 
   Selain hal di atas, penebangan pohon secara liar juga mengakibatkan hewan yang hidup di hutan tersebut kehilangan tempat tinggalnya dan juga tempat mencari makanan. Bahkan tidak sedikit dari hewan tersebut mati ketika hutan ditebangi. Hewan yang kehilangan tempat tinggal serta sumber makanan akan mulai mencari tempat baru. Tentu yang menjadi sasaran hewan-hewan tersebut adalah pemukiman penduduk. Hal ini akan membuat keresahan pada penduduk desa karena hewan-hewan tersebut mulai merambah kepemukiman penduduk mencari makan, misalnya saja hewan buas memangsa hewan ternak, bahkan menyerang penduduk desa.

2. Penggunaan Bahan Kimia.
   Pada masa ini, ada banyak sekali bidang pertanian yang menggunakan bahan-bahan kimia, misalnya peptisida untuk memberantas hawa serangga. Pemakaian peptisida yang tidak tepat akan mengakibatkan serangga kebal terhadap peptisida tertentu. Hama serangga yang kebal terhadap peptisida akan membuat hawa tersebut berkembang biak  dengan cepat. Akibatnya, populasi serangga tersebut akan merusak tumbuhan yang sedang dibudidayakan oleh manusia.
   Penggunaan peptisida yang berlebih selain dapat membasmi serangga perusak, juga dapat membasmi hewan lain yang bukan perusak. Bahkan bahan kimia tersebut dapat menyebabkan pencemaran air dan juga tanah. Bahan kimia tersebut mudah larut dalam air yang digunakan petani untuk mengairi sawah. Hal ini dapat mengakibatkan air sawah tercemar karena bercampur dengan bahan kimia.
   Air sawah yang telah tercemar akan membahayakan makhluk hidup yang tinggal disekitarnya. Kesehatan manusia juga dapat terganggu karena air yang dimanfaatkan mengandung racun. Bahan kimia yang telah  mencemari tanah akan membuat tanah menjadi tidak subur. Tumbuhan yang hidup di atasnya akhirnya mati. Disamping itu, hewan yang hidup di perairan maupun di dekat perairan tersebut dapat mati karena keracunan. Oleh sebab itu, dalam menggunakan bahan kimia harus ekstra hati-hati agar tidak berefek buruk terhadap ekosistem. 

3. Pembuangan Limbah Rumah Tangga dan Limbah Industri.
  Sampah seharusnya di buang pada tempatnya. Namun kebanyakan masyarakat ringan tangan membuang sampah rumah tangga ke sungai. Hal ini tentu saja akan menimbulkan pencemaran air. Sampah mengandung racun dan bibit penyakit. Akibatnya, bibit penyakit tersebar dan meracuni tumbuhan serta hewan yang hidup di sungai. Selain itu, bahan beracun juga dapat meracuni manusia yang memanfaatkan air sungai tersebut untuk minum, mandi dan mencuci. Sampah yang di buang ke sungai juga dapat menyebabkan banjir. Hal ini dikarenakan aliran sungai terhambat. Akibatnya, air  psungai meluap dan terjadilah banjir.
   Selain sampah rumah tangga, industri juga dapat menghasilkan limbah yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Kegiatan di industri akan mengeluarkan sisa-sisa atau buangan berupa asap, limbah padat, maupun limbah cair. Asap pabrik dapat menimbulkan pencemaran udara. Udara yang tercemar akan membahayakan makhluk hidup. Limbah padat maupun cair yang dibuang ke sungai dapat menimbulkan pencemaran air. Air yang tercemar mengandung racun dan membahayakan bagi makhluk hidup. Demikian pula terhadap kesuburan tanah. Tanah menjadi tidak subur jika terkena pencemaran. Saat ini, mulai diusahakan adanya penampungan limbah industri yang kemudian di daur ulang. Hasil penampungan ini tidak di buang ke daerah pemukiman penduduk sehingga tidak membahayakan masyarakat.
  Pencemaran lingkungan memberi dampak negatif pada kehidupan manusia. Pencemaran menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem serta mempengaruhi aktivitas, kesehatan, dan juga keselamatan makhluk hidup.

4. Perusakan Terumbu Karang
   Salah satu jenis ekosistem yang ada di dalam laut adalah terumbu karang. Terumbu karang bisa dijumpai di perairan laut tropis. Terumbu karang terbesar adalah Karang Penghalang Besar (Great Barrier Reef) yang ada di Australia, yang memiliki bentang panjang 2.000 kilometer. Terdapat ribuan jenis ikan, tumbuhan, dan makhluk hidup laut lainnya yang hidup di terumbu karang. Satu terumbu karang dapat menjadi tempat tinggal bagi 3.000 spesies karang, siput, ikan dan udang.
   Pada umunya, terumbu karang di laut berumur antara 5.000 sampai dengan 10.000 tahun. Bahkan ada terumbu karang yang lebih tua lagi hingga jutaan tahun yang dijumpai dalam keadaan mati. Namun, sekarang ini keberadaan terumbu karang terancam kepunahan karena adanya pencemaran air, sehingga mempengaruhi keseimbangan ekosistem terumbu karang. Hal ini semakin diperparah dengan adanya tindakan nelayan yang menggunakan peledak untuk menangkap ikan, sehingga merusak terumbu karang. Selain itu, terumbu karang berkurang jumlahnya karena banyak diambil untuk dijual sebagai barang cinderamata.

5. Perburuan Hewan Secara Liar
   Ada banyak sekali alasan mengapa perburuan hewan dilakukan. Ada yang berburu karena alasan hobi atau untuk kepentingan ekonomi. Kebanyakan hewan yang diburu adalah untuk ditangkap lalu dijual atau diambil daging dan kulitnya. Beberapa binatang langka yang menjadi sasaran para pemburu antara lain paus, kijang, buaya penyu, harimau dan badak.
   Perburuan hewan secara liar akan menyebabkan penurunan jumlah hewan tersebut sehingga terancam akan kepunahan. Hal ini akan mempengaruhi siklus rantai makanan yang terjadi di alam. Akibatnya, keseimbangan ekosistem akan terganggu.

B. BAGIAN TUBUH TUMBUHAN YANG SERING DIAMBIL  MANFAATNYA
   Sebagian besar makanan yang dikonsumsi oleh manusia berasal dari tumbuhan. Bagian yang dimakan biasanya adalah daun dan buahnya. Pohon-pohon besar diambil batangnya untuk dijadikan bahan untuk kegiatan industri. Pengambilan bagian tumbuhan tidak akan mengubah atau merusak ekosistem selama dalam jumlah yang normal.
   Tumbuhan yang sering diburu untuk dimanfaatkan, misalnya jati, cendana, bunga Refflesia arnoldii, kayu hitam atau kayu eboni, dan gaharu. Beberapa dari tumbuhan tersebut terancam punah karena diambil secara terus menerus tanpa ada usaha pelestarian. Contoh beberapa tumbuhan yang telah terancam punah adalah cendana dan gaharu.
   Peralatan rumah tangga kebanyakannya terbuat dari kayu jati. Ini dikarenakan sifat dari kayu jati yang kuat dan tidak mudah patah. Banyak industri mebel dan ukiran menggunakan kayu jati sebagai bahan baku. Selain jati, kayu cendana juga banyak diincar oleh para pengusaha. Selain harganya mahal, kayu cendana juga sangat baik untuk membuat peralatan rumah tangga, hiasa, dan barang cinderamata. Pengambilan kayu jati dan cendana yang terus menerus dilakukan akan mengancam keberadaannya. Jika tidak ada kendali terhadap penebangan pohon ini, mungkin 10 tahun yang mendatang kedua tumbuhan ini akan sangat langka dijumpai.
   Tumbuhan Refflesia arnoldii dipercaya mempunyai khasiat sebagai tanaman obat. Refflesia arnoldii memiliki bunga berukuran raksasa, namun mudah rapuh. Bagian yang dimanfaatkan pada tumbuhan ini untuk dijadikan bahan obat adalah kuncup dan bunga. Tumbuhan Refflesia ini tumbuh di hutan dan sudah hampir punah. Melakukan budidaya pada tumbuhan ini hampir tidak mungkin. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menjaga hutan.
   Kayu hitam atau sering disebut dengan eboni banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Pohon ini memiliki ketinggian hingga mencapai 40 meter. Selain sebagai bahan bangunan, eboni dimanfaatkan untuk tiang jembatan dan juga peralatan rumah tangga. Selain kayu hitam, tumbuhan gaharu juga banyak diburu oleh manusia karena memiliki aroma yang harum. Oleh karena itu guharu dimanfaatkan sebagai bahan wewangian dengan harga yang mahal.

C. BAGIAN TUBUH HEWAN YANG SERING DIAMBIL MANFAATNYA.
   Hewan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan untuk dikonsumsi. Hingga saat ini, pertumbuhan manusia semakin pesat. Hal ini tentu membuat semakin banyak hewan yang dimanfaatkan. Padahal ancaman kepunahan dari keanekaragaman hayati di dunia ini sudah sangat mengkhawatirkan karena jumlahnya di alam tinggal sedikit. Beberapa contoh hewan yang telah terancam punah antara lain : badak, koala, harimau dan gajah.
   Perburuan yang dilakukan oleh manusia memiliki berbagai macam alasan yang hanya dilakukan untuk kepentingan manusia semata saja. Manusia tidak memerhatikan bahwa dampak yang terjadi sangatlah merugikan kelangsungan hidup organisme yang bersangkutan.
   Harimau diburu karena khasiatnya seperti bola matanya yang dianggap sebagai obat epilepsi dan malaria. Bulunya dipercaya sebagai obat sakit gigi. Otakny digunakan sebagai obat jerawat. Lemaknya dikatakan sebagai obat rematik. Kukunya berkhasiat untuk mengatasi insomnia. Ekornya dipercaya sebagai obat penyakit kulit. Selain sebagai obat, bulunya juga dapat dijadikan bahan pakaian atau mantel.
   Badak di Asia Timur diburu karena cula badak diangap berkhasiat sebagai obat. Di Timur Tengah, cula badak sering digunakan untuk membuat gagang pedang bernilai tinggi. Selain badak, gajah juga diburu untuk diambil gadingnya. Hal tersebut karena gading gajah memiliki nilai jual yang tinggi. Pemburuan gading gajah dilakukan hanya bertujuan untuk dijadikan barang kerajinan tangan maupun benda dekorasi penghias rumah.
   Ular dan buaya juga sering diburu untuk diambil kulitnya yang digunakan sebagai bahan baku pembuat tas, ikat pinggang, dan dompet. Burung cenderawasih dan merak juga banyak diburu untuk diambil bulunya. Hal ini karena bulu cenderawasih maupun merak memiliki warna yang sangat indah. Suku Amat yang ada di Irian Jaya menggunakan bulu cenderawasih sebagai penghias kepala. Burung cenderawasih tergolong ke dalam jenis hewan yang dilindungi karena keberadaannya yang sudah sangat sedikit. Selain itu, burung ini hanya dapat dijumpai di daerah Irian Jaya saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PKN MI/SD KELAS 6 BAB 1

I. Nilai-nilai Juang dalam Proses Perumusan Pancasila Nilai juang artinya sesuatu yang berharga dalam usaha mendapatkan (merebut) sesuatu at...